Banyak jerawat artinya banyak
yang kangen. Pernah denger nggak ada yang bilang gitu??? Pastinya donk, bahkan
kita juga sesekali menyindir teman kita dengan hal tersebut bila ada salah satu
teman kita yang memiliki jerawat. Lantas benarkah mitos tersebut. Let's
check this out ^^.
Jerawat adalah suatu keadaan
dimana pori-pori kulit tersumbat sehingga menimbulkan kantung nanah yang
meradang. Jerawat adalah penyakit kulit yang cukup besar jumlah penderitanya.
Kligmann, seorang peneliti masalah jerawat ternama di dunia berpendapat " tak
ada satu orang pun di dunia yang melewati masa hidupnya tanpa sebuah jerawat di
kulitnya." Jerawat juga dapat diartikan sebagai suatu kondisi kulit
yang tidak normal di mana terjadi infeksi dan radang pada kelenjar minyak pada
kulit manusia.
Seperti yang dikatakan di atas
bahwa jerawat muncul karena terjadi penyumbatan atau penghalangan di dalam
folikel rambut atau pori pori. Tetapi penyebab utama jerawat selain secara
fisikal tersebut bisa juga dikarenakan oleh kondisi kondisi tertentu, antara
lain :
Faktor Genetik atau Faktor
Keturunan
Jika keluarga kita entah bapak,
ibu, nenek atau kakek merupakan penderita jerawat pada waktu masih muda (karena
kemungkinan kalau udah usia lanjut mereka sudah tidak berjerawat lagi), maka
sangat dimungkinkan jerawat yang kita peroleh sekarang ini merupakan hasil dari
keturunan genetika keluarga. Ya, secara genetik jerawat itu bisa diturunkan.
Aktivitas Hormonal
Aktivitas hormonal disini
dimaksudkan pada proses perubahan atau siklus hormonal yang terjadi pada
seseorang. Semisal ketika menginjak pubertas atau kedewasaan, seseorang akan
memproduksi hormon sex (lelaki) yang disebut androgens, yang lumayan banyak. Sehingga
menyebabkan glands (kelenjar minyak) menjadi lebih banyak dan sebum pun tambah
banyak pula. Hal ini menjadi salah satu penyebab munculnya jerawat secara
tekhnis. Pada masa siklus menstrulasi perempuan biasanya juga akan terjadi
perubahan hormonal yang bisa mengakibatkan timbulnya jerawat.
Beberapa jenis hormon juga sering
dikaitkan sebagai penyebab terjadinya Jerawat. Semisal androgens testosterone,
dihydrotestosterone (DHT), insulit-like growth factor (IGF-I), dan juga
dehydroepiandrosterone sulfate (DHEAS).
Orang yang sudah menopause juga
biasanya tidak lagi berjerawat karena dia memproduksi hormon anti jerawat
secara alamiah. Namun hormon ini akan menyebabkan kulit berkerut dan tipis,
vagina jadi kering, osteoporosi, rambut jadi sedikit dan tipisdan sebaganinya.
Kelenjar Minyak yang Terlalu
Aktif (Hyperactive sebaceous glands)
Kelenjar minyak yang terlalu
berlebihan ini bisa saja dimungkinkan karena salah makan atau memang sudah
menjadi genetik seorang penderita jerawat. Dengan banyaknya kelenjar minyak
maka kemungkinan tersumbatnya folikel dan pori-pori kulit pun akan banyak.
Sehingga jerawat yang muncul pun akan banyak.
Menumpuknya Sel Kulit Mati
(Accumulation of dead skin cells)
Kulit mati yang menumpuk atau
terakumulasi akan menyebabkan tersumbatnya folikel dan pori-pori. Seperti yang
telah saya jelaskan diatas, hal tersebut bisa menyebabkan jerawat karena tidak
ada jalan keluar bagi kelenjar minyak dan akan menyebabkan terbentuknya komedo.
Kalau parah bisa menjadi jerawat yang terinfeksi oleh bakteri jerawat
yaknibakteri Propionibacterium acnes. Setiap orang memiliki ketahanan
masing-masing terhadap bakteri Propionibacterium acnes tersebut.
Jerawat tidak hanya bisa muncul di wajah saja namun juga bagian lain seperti
punggung, dada, lengan, kaki, pantat, dll.
Bakteri di Pori-pori kulit
Bakteri yang berada di dalam
pori-pori kulit bisa menyebabkan munculnya jerawat. Propionibacterium
acnesmerupakan bakteri anaerob yang menyebabkan jerawat. Organisme yang hidup
tanpa memerlukan oksigen biasa juga disebut memiliki tipical atau karateristik aerotolerant.
Bakteri Jerawat sebagian besar ada pada kulit banyak orang dan berkarateristik commensal. Nama
dari Propionibacterium acnesdiambil karena bakteri ini dapat memproduksi
atau menghasilkan asam propionik (propionic acid).
Berikut Klasifikasi Ilmiah dari Propionibacterium
Acnes:
Kingdom :
Bacteria
Phylum :
Actinobacteria
Order :
Actinomycetales
Family :
Propionibacteriaceae
Genus : Propionibacterium
Species : P.
Acnes
Ia hidup di daerah asam lemak
(fatty acid) di kantung kelenjar minyak (sebaceous glands) pada kelenjar minyak
(sebum) tersembunyi di dalam pori pori kulit. Untuk lebih jelasnya perbedaan
antara sebaceous glands dan sebum liat gambar yang saya ambil dari wikipedia
disamping. Selain ditemukan di daerah kelenjar minyak, bakteri ini juga bisa
ditemukan di daerah Gastrointestinal tract (pencernaan makanan).
Lantas bagaimana Bakteri Jerawat
ini bisa menyebabkan Penyakit?
Ketika pori pori kulit terhalang
atau "tidak bisa bernafas" maka bakteri yang sifatnya tumbuh dalam
lingkungan yang anaerobic (tanpa oksigen) ini menjadi tumbuh sangat cepat dan
mengeluarkan banyak bahan kimia untuk merusak jaringan jaringan pada pori pori
kulit, dan menjatuhkan bakteri semisal Staphylococcus aureus ke kulit
yang kemudian membentuk "luka jerawat" (acne lesion).
Iritasi Kulit atau Garukan yang
menyebabkan Peradangan
Anabolic Steroid (lum dapat
penjelasannya yang lengkap)
Lingkungan yang mengandung kadar
klorin (chlorine) yang tinggi terutama chlorinated
dioxins, sedangkan yang bisa menyebabkan jerawat yang parah disebut Chloracne.
Dari ulasan di atas dapat
disimpulkan bahwa mitos “BANYAK JERAWAT = BANYAK YANG KANGEN” adalah tidak
benar. Mitos ini dimaksudkan agar kita tetap menjaga pola hidup
secara teratur serta terhindar dari bakteri-bakteri disekitar kita, tidak
alasan karena banyak yang ngangenin.
Nah, ni dia tips Cara
Mambersihkan dan Menyembuhkan Jerawat Wajah:
1. Rajin Membersihkan
Wajah / Muka
Rawat wajah kita sebaik
mungkin dengan membuatnya tetap bersih. kenali jenis kulit kita sebelum memilih
sabun dan pembersih wajah. Sering membersihkan wajah akan sangat baik sekali
terutama setelah bepergian ke tempat yang berudara kotor dan polusi. Bila ada
dana ekstra jangan sungkan untuk facial.
2. Menyikapi
jerawat dengan kepala dingin
Jerawat memang menggemaskan dan
membuat malu. Tapi kita harus menyikapi jerawat dengan kepala dingin dan tegar.
Jangan pernah memijit atau memencet jerawat agar tidak terkena kotoran dan
kuman yang menempel di tangan kita serta jerawat tidak infeksi. Biarkan jerawat
pecah sendiri. Jerawat bisa semakin parah jika tidak disikapi dan ditanggulangi
dengan baik.
3. Gaya Hidup Sehat
Makanlah makanan yang
bergizi dan tidak berlebihan terutama makanan yang mengandung minyak, bahan
pengawet, perpenyedap rasa kuat, pedas, dsb. Hindarilah makanan dan minuman
yang mengandung banyak lemak dan kolestrol serta makanan yang dapat memicu
jerawat seperti keju, fuul cream, gorengan, dll.
Olahraga yang teratur,
tidak begadang, tidak merokok, tidak mengonsumsi narkoba, dll untuk membantu
tubuh kita tetap memiliki pertahanan tubuh yang baik dan maksimal. Hindari zat
radikal bebas dengan minum teh atau lainnya yang mengandung antioksidan.
4. Obati Jerawat Yang
Tidak Kunjung Sembuh Ke Dokter Spesialis Kulit
Jika jerawat terus membandel
tidak mau hilang setelah melakukan berbagai tindakan pengobatan sendiri, maka
sebaiknya kita konsultasi dengan dokter spesialis kulit untuk mendiskusikan
jerawat yang kita miliki. Dokter akan membantu menghilangkan jerawat serta
meminimalisir terbentuknya flek noda hitam pada wajah bekas jerawat.
Semoga bermanfaat^^
No comments:
Post a Comment